Lazada

lazada.co.id

Tuesday, 3 April 2012

Mapala 45 Surabaya


MAPALA  45 SURABAYA
( Mahasiswa Pecinta Alam Universitas 45 Surabaya  )

Sebagai Mahasiswa Pecinta Alam kita dituntut untuk tidak sekedar bisa berpetualang ,naik gunung , panjat tebing,masuk gua,dan arung jeram. Kita juga dituntut untuk bisa menunjukkan eksistensi kita dalam dunia kepecintaalaman.

Selama ini setiap kali berbicara tentang isu lingkungan kita tidak pernah terarik , biarlah itu menjadi urusan WALHI , urusan Pemerintah , urusanya Menteri Lingkungan Hidup,dll. Yang memberi kesan seolah - olah kita tidak perlu turut serta dalam aksi perlindungan terhadap lingkungan.

Paradigma Mapala yang dianut selama ini memang belum mencakup tentang hal diatas,dan sulit untuk menciptakan rasa cinta alam yang sebenarnya,sangat menyedihkan sekaligus membingungkan, namun itulah kenyataanya. Masalah keorganisasian hebat,kepetualangan oke,keilmuan pun tak kalah , namun raa peduli lingkungan lah yang masih sangat kurang yang seharusnya menjadi salah satu orientasi setiap Mapala dimanapun. Untuk menumbuhkanya tidak mudah, namun bukan tidak mungkin. Kesibukan harian kita yang membutuhkan mobilitas tinggi dari stiap anggota menyebabkan termajinalkan isu - isu  lingkungan hidup dan seringkali ditanggapi secara dingin.

Berbagai alasan pun muncul , yang realistis maupun tidak. Ada yang mengatakan bahwa dunia Mapala adalah sepeti ini,komunitas yang terikat leh tali persaudaraan yang kuat yang tumbuh bersama di alam terbuka dan rasa cinta alamnya direpresentasikan dalam kegiatan - kegiatan alam bebas dan akhirnya bisa memunculkan jiwa cinta alam. Ada yang mengatakan bahwa mapala adalah seorang petualang murni dan isu lingkungan berada diluar konteks Mapala. Ada lagi yang bilang bahwa Mapala adalah pecinta alam sejati yang tidak hanya sekedar ngomong namun lebih banyak aksi nyata. Yang lucu ada yang bilang bahwa isu lingkungan adalah isu politik dan Mapala adalah organisasi non politik.

Mapala diharamkan untuk turut serta dalam dunia politik. Untung saja sudah ada yang menyadari hal ini dan mulai dengan perlahan - lahan membelokan haluanya dari paradigma klasik Mapala. Sekedar catatan kecil untuk kita renungkan bersama, pernahkah kita sedih melihat lingungan hidup dieksploitasi habis -habisan baik SDA mauapun habitat yang tinggal didalamnya oleh msin penggali uang? Mungkin selama kita masih punya gunung untuk didaki,tebing untuk dipanjat,gua untuk disusuri, dan sungai untuk diarungi,kita tidak akan pernah peduli.

Menurut sejarah global terbentuknya suatu organisasi pecinta alam pada dasarnya adalah sama. Ketika tercipta sebuah komunitas yang senang bermain di alam bebas, memiliki jiwa petualang , senang jalan - jalan , dan punya rasa pedui terhadap lingkungan atau alam.



2 comments:

m.arief hidayaturrohman said...

bkan hnya itu,slain sbgai pecinta alam,MAPALA juga Mahasiswa,yng berarti panutan masyarakat,berarti juga organisasi yang berguna bagi masyarakat sekitar,,,,,tak hnya berpetualang di alam bebas,MAPALA juga harus memperhatikan apakah masyarakat menjadi aman dan nyaman atas keberadaan MAPALA itu sendiri,,,,,,,,jadi semakin lengkap arti kata MAPALA itu sendiri,

Anonymous said...

Selalu Jaya Mapala 45 Surabaya